Peluncuran Kampanye “Bikin Dapur Ngebul, Bikin Anak Unggul: #IUAK, Olahan Ikan Lokal”
Jika bicara mengenai anak, banyak sekali topik yang bisa dibahas, bahkan seperti tidak akan ada habis-habisnya. Cara merawat dan mendidik anak pun mesti disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun dari sekian banyak topik tentang anak tersebut, semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu menjadikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.
Tentu saja yang memiliki peranan sangat besar dalam tumbuh
kembang anak ini adalah orang tua dan juga keluarganya. Walaupun kebanyakan
anak yang tumbuh kurang optimal akibat kekurangan gizi berasal dari keluarga
dengan ekonomi yang terbatas, namun tak sedikit juga ini terjadi pada keluarga
yang cukup mampu secara ekonomi. Penyebabnya adalah kurangnya perhatian dan
juga literasi nutrisi dari orang tua. Hal ini tentu saja berdampak besar pada
tumbuh kembang anak.
Padahal anak merupakan generasi muda yang akan meneruskan perjuangan
bangsa ini. Bagaimana kondisi Indonesia ke depannya tergantung dari Sumber Daya
Manusia yang dimilikinya. Jika kita memiliki generasi muda yang berkualitas,
bukan tidak mungkin nasib bangsa ini akan cerah di masa yang akan datang. Kita
bisa jadi negara yang maju, dengan tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi.
Sayangnya, kita masih dihadapkan dengan permasalahan gizi buruk
dan kelaparan. Tingkat kesejahteraan anak masih rendah. Diantaranya masih ada kasus anak yang berangkat ke sekolah
dengan keadaan perut yang kosong (kelaparan di sekolah). Dari catatan Riskesdas
tahun 2010, sekitar 41,2% anak mengalami defisit energi dan lapar saat di
sekolah.
Foodbank of Indonesia (FOI) sendiri kemudian mengadakan
riset mengenai hal ini, dan menemukan fakta bahwa sekitar 27% balita Indonesia
pergi ke sekolah (PAUD) dalam keadaan lapar karena tidak sarapan. Mirisnya,
negara kita saat ini ternyata tidak saja dihadapkan pada permasalahan kurang
gizi saja, namun juga masalah kelebihan gizi, yang tentu juga tidak baik untuk kesehatan.
Jadi permasalahan gizi di Indonesia ini udah menyangkut masalah
nasional, dan bukan masalah keluarga saja. Jika sudah menjadi masalah nasional
berarti perlu campur tangan dari pemerintah. Tapi tentu saja pemerintah tidak
bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak, seperti LSM,
Perguruan Tinggi, swasta, dan juga masyarakat.
Untuk itulah Foodbank of Indonesia (FOI) tergerak untuk ikut
membantu pemerintah dalam memerangi permasalahan gizi dan kelaparan, khususnya
pada anak dan balita. Fyi, FOI merupakan sebuah organisasi sosial
nirlaba yang memiliki misi memerangi kelaparan dan membantu mengatasi
kesenjangan pangan di masyarakat. Sejak awal berdirinya, FOI selalu berusaha
membuka akses pangan bagi masyarakat kurang mampu, dengan cara menjadi jembatan
antara masyarakat yang berlebihan makanan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Banyak program yang sudah dan sedang dilakukan oleh FOI. Baru-baru
ini FOI bahkan meluncurkan Kampanye “Bikin Dapur Ngebul”. Dalam kampanye ini
FOI berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Fakultas
Teknologi Pertanian UGM (FTP-UGM), serta didukung oleh JNE, Superindo, dan
Masak TV.
KAMPANYE BIKIN DAPUR NGEBUL
Kampanye Bikin Dapur Ngebul resmi diluncurkan pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 di salah satu Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) di Kembangan, Jakarta Barat, dengan mengusung tema “Bikin Dapur Ngebul, Bikin Anak Unggul: #IUAK, Olahan Ikan Lokal”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid: Online via Zoom dan Live Streaming YouTube dan Offline di KEPAK FOI Kembangan, Jakarta Barat.
Kampanye Bikin Dapur Ngebul resmi diluncurkan (offline) |
Kegiatan Kampanye Bikin Dapur Ngebul secara virtual |
Peluncuran ini diresmikan secara simbolis oleh Dirjen PDSPKP
KKP, Artanti Widiarti yang diwakili oleh Direktur Pemasaran Produk Kelautan dan
Perikanan KKP, Machmud SP. M.Sc; Pendiri FOI, M Hendro Utomo; dan Dekan FTP UGM,
Prof. Dr. Eni Hermayani. Dalam kesempatan ini, juga ditandatangani nota
kesepahaman antara FOI dan KKP untuk Penguatan Program Gerakan Memasyarakatkan
Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui Kampanye Kembali Ke Dapur Keluarga.
Penandatangan Perjanjian Kerjasama antara FOI dan KKP untuk Penguatan Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui Kampanye Kembali ke Dapur Keluarga |
Apasih Kampanye Bikin Dapur Ngebul? Kampanye Bikin Dapur Ngebul
adalah sebuah kampanye yang bertujuan untuk mendorong budaya kembali ke dapur,
melalui aksi Ikan Untuk Anak (IUAK), dengan merangkul Bunda PAUD mitra FOI,
relawan FOI, dan keluarga Indonesia untuk bersama kembali menghidupkan dapur di
rumah maupun di dalam komunitas, untuk menekan angka kelaparan dan stunting
pada anak Indonesia.
Indonesia sebagai negara maritim yang terdiri dari ribuan pulau
memiliki potensi Sumber Daya Laut yang melimpah. Terdapat lebih dari 7.000
jenis ikan di laut kita. Beberapa dari jenis ikan ini dapat dikonsumsi bahkan
memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti ikan kembung, ikan patin, ikan
tuna lokal, ikan gurame, ikan teri, dan ikan gabus.
Karena kaya akan gizi, khususnya protein dan omega 3, maka ikan
pun banyak direkomendasikan oleh para ahli nutrisi agar rutin dikonsumsi. Mengkonsumsi
makanan olahan dari ikan, dan tentu saja dilengkapi dengan bahan pangan
bernutrisi lainnya akan sangat membantu dalam tumbuh kembang anak. Menurut Prof.
Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD (Duta FOI untuk memerangi Kelaparan pada Anak),
berdasarkan penelitian yang pernah beliau lakukan pada tahun 2017, 8 dari 10
anak Indonesia mengalami kekurangan asam lemak essensial omega 3. Padahal zat
ini penting untuk perkembangan otak anak. Makanya sejak sekarang, mulailah kenalkan
anak sejak dini dengan berbagai macam makanan bernutrisi, terutama makanan berbahan
ikan.
Nah, salah satu tujuan kampanye “Bikin Dapur Ngebul” adalah
untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan sehat. Salah satunya dengan
memberikan makanan dari olahan ikan yang memiliki banyak manfaat, misalnya ikan
baik untuk perkembangan otak anak. Apalagi di negara kita, ikan termasuk bahan
pangan yang mudah didapatkan Dari segi harganya pun tersedia ikan dengan harga
yang cukup terjangkau, seperti ikan teri atau ikan kembung.
Selain itu mengolah makanan secara tepat juga menjadi salah
satu faktor penting dalam pemberian makanan yang sehat bagi anak. Jangan sampai
anak diberi makan ikan, tapi dimasaknya kurang matang atau kurang higienis. Hal
ini diungkapkan oleh Ibu Eni (Dekan FTP UGM) saat peluncuran Kampanye Bikin
Dapur Ngebul yang dilaksanakan secara virtual.
“Melalui tahapan 5M, yaitu Mengumpulkan, Meramu, Mengolah,
Mendistribusikan, dan Makan bersama, maka diharapkan makanan yang diberikan
pada anak-anak kita terjamin sehat, serta dapat mendukung tumbuh kembangnya.
Salah satunya dengan menggunakan bahan pangan lokal seperti ikan,” ujar Ibu Eni.
Sementara Bapak Hendro sebagai Founder FOI mengatakan bahwa
kebiasaan makan anak itu dibentuk dan di mulai dari orang terdekatnya, yaitu
orang tua dan keluarganya. Kebiasaan makan tersebut berpengaruh besar terhadap
kesesuaian pemenuhan kebutuhan gizi anak. Untuk itulah FOI melalui kampanye Bikin
Dapur Ngebul ingin mengajak keluarga Indonesia untuk lebih peduli terhadap
kebiasaan pemberian makan pada anak, dengan kembali menghidupkan dapur, dengan
menggunakan bahan pangan lokal, seperti ikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tour sekaligus mengumpulkan
bahan pangan di Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) FOI di Kembangan, Jakarta Barat.
Lalu dilanjutkan dengan demo masak kreatif olahan ikan bersama Chef “Kapau”
Maulana dari MasakTV. Ada 2 menu masakan yang diolah oleh Chef, yaitu Otak-Otak
dengan bahan dasar ikan patin, dan Milu Siram Ikan Kembung.
Tour sekaligus mengumpulkan bahan pangan hasil Kebun Pangan Komunitas FOI di Kembangan, Jakarta Barat |
Demo Memasak dari bahan ikan di kegiatan Kampanye Bikin Dapur Ngebul |
Nah, ternyata jika kita bisa lebih kreatif, Ikan dapat diolah
menjadi berbagai macam menu masakan lezat dan sehat, yang disukai oleh
anak-anak. Dengan begitu anak-anak akan suka makan ikan, sehingga kebutuhan
nutrisinya, terutama protein dan omega 3 bisa terpenuhi dan tumbuh kembangnya
bisa lebih optimal. Keinginan dan kreativitas orang tua menjadi kunci agar anak
mau mencoba beragam menu makanan sehat.
Untuk itu FOI menantang orang tua, khususnya para ibu untuk menciptakan kreasi masakan lezat berbahan dasar ikan, dengan mengikuti kompetisi memasak “Adu Masak Ibu Hebat #IkanuntukAnak. Kompetisi memasak ini menjadi rangkaian dari Kampanye Bikin Dapur Ngebul. Terdapat 2 kategori dalam lomba ini, yaitu foto dan video. Masing-masing pemenang yang beruntung akan mendapatkan hadiah menarik berupa peralatan masak dan voucher belanja/ uang tunai jutaan rupiah. Untuk informasi lebih lengkapnya, silakan kunjungi akun Instagram FOI di @foodbankid yaa.
Selamat Hari Pangan Sedunia!
Pendistribusian paket makanan yang sebelumnya telah diolah oleh Chef Alvin bersama relawan FOI |
0 comments